Prodig - Komunitas Proyek Digital
Selamat datang di ProDig!
Di sini adalah tempat untuk berbagi proyek (game, seni, program, dan situs).
Di sini Anda juga bisa mendapatkan hal lainnya seperti permainan, berbagi karya, ilmu pengetahuan, kesenangan, dan sebagainya. :)

Ayo daftar lalu langsung login tanpa perlu konfirmasi email sama sekali :D!
Prodig - Komunitas Proyek Digital

Tempat untuk berbagi proyek digital : Situs, Game, Seni, Program
 
CalendarPortalHomeRulesSearchFAQMemberlistUsergroupsRegisterLog in
Welcome to the ProDig, Guest!

 
 

 [Tokusatsu] Suratma, Hakim Akhirat

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
superkudit
Decem


Posts : 27
Chips : 2301
Power : 1
Join date : 2010-10-01
Quote : Aku adalah pahlawan super

PostSubject: [Tokusatsu] Suratma, Hakim Akhirat   
Sun Oct 17, 2010 8:38 pm


saya penggila superhero & tokusatsu sampe detik ini juga, iseng2 menuangkan khayalan dari pas saya masih jadi penari bali, ketimbang mubazir n di pendem lama2... :)
mungkin bakalan saya buat dalam bentuk komik (tapi gk pake komputer.. hanya pensil diatas kertas, dikarenakan ngambar digital saya masih payah) << mungkin Lho...

ini ceritanya dulu


-----------------------

[prolog : ref > Kitab Adiparwa & Buku Agama Hindhu kelas 5 SD]

Zaman Satyayuga

Dahulu ketika zaman Satyayuga, terjadi peperangan besar antara Bhatara (Dewa) dengan Ghandarwa (Raksasa/genderuwo) untuk memperebutkan Tirta Amertha (Air Kehidupan) yang dapat membuat hidup abadi.
konon Tirtha Amertha dapat didapatkan jika laut Ksera (laut jawa). awalnya para Bhatara sampai lebih dahulu dan mulai mengaduk laut Kesra menggunakan gunung kuruma, kura2 raksasa dengan cangkang berupa sebuah gunung yang bernama Mandaragiri (sekarang namanya gunung Semeru) sebagai tongkat pengaduk sedangkat Naga Besuki (sekarang jadi selat bali) sebagai tali pemutar. Setelah laut Kesra di aduk, munculah Guci besar yang berisikan Tirta Amertha.
namun saat itu tibalah para Ghandarwa dan ingin merebut Guci tersebut. maka terjadilah perang besar antara para Bhatara dan Ghandarwa.

------------------------

Zaman Kaliyuga

Daerah pemakaman Badung , 17 september 2010, pk 18:57 WITA

"tidak ada bekas luka atau penganiayaan ditubuhnya pak" kata seorang petugas polisi kepada seorang pria berbaju coklat.
"ini sangat aneh, dalam sehari ada 3 kasus orang meninggal terkena serangan jantung di tempat yang tidak wajar" gumam orang tersebut.
"iya pak, saya rasa kematian tiga orang Paranormal bukankah sebuah kebetulan, mungkin ini ada hubungannya dengan alam niskala (ghaib)"sahut polisi tersebut
"jangan terlalu cepat menyimpulkan, kita dituntut untuk berpikir realistis dan logis disini" kata pria tadi.
tiba-tiba seorang petugas polisi menghampiri pria tersebut "maaf pak, ini adalah laporan dari tim forensik untuk kasus pagi tadi, mereka mengatakan mayat tersebut tidak memiliki jantung!" katanya terbata-bata. "Apa maksudmu? bukankah tidak ditemukan bekas luka atau penganiayaan pada mayat pertama dan kedua?" pria berbaju coklat terkejut mendengar laporan tersebut.
"ku rasa ini bukan kasus kematian karena serangan jantung biasa, ini harus diselidiki." gumamnya.

Sebuah kos-kosan di daerah Denpasar, 18 september 2010, pk 04:25 WITA

"Hoah!!" Dharma terbangun dari tidurnya, ini sudah kelima kalinya ia bermimpi yang sama, ia melihat jam weker di samping kasur "jam 4 lewat 25, huh.. ini sih masih kepagian." gerutunya.
Dharma adalah seorang mahasiswa disebuah perguruan tinggi terkenal di Bali, dia merupakan salah satu cowok idola dikampusnya, disamping karena ketampanannya, itu juga Dharma memiliki kemampuan untuk meramal orang lain, jadi wajar saja jika banyak cewek-cewek dikampusnya minta diramal oleh Dharma.
selain dapat meramal, Dharma juga memiliki kemampuan untuk melihat mahluk halus disekitarnya, orang Bali biasa menyebutnya melik.

Pukul 13:13 WITA. Dharma sudah memulai aktifitasnya perkuliahannya, seperti biasa banyak gadis-gadis yang menyapanya.
beberapa minta diramal tentang jodoh dan sebagainya. Dharma melayani permintaan mereka dengan setengah hati, namun beberapa saat kemudian matanya tertuju kepada seorang gadis yg sedang menaiki tangga, Dharma pun berlari menghampiri gadis tersebut "oit.. rin, mau di ramal gak?" kata Dharma ringan, "ogah... hari gene masih percaya kayak gituan..." seru gadis itu acuh, Dharma hanya memasang wajah sebal kepada Karin, gadis tersebut.
Karin adalah teman sekampus Dharma, pembawaannya cuek dan agak arogan. Karin merupakan gadis yang bisa dibilang cerdas, dia berusaha berpikir secara ilmiah dan lebih menggunakan logikanya. ia juga tidak percaya tentang hal-hal berbau mistis, seperti ramal meramal apalagi hantu/setan.

Jalan kecil di daerah denpasar, pukul 21:00 WITA.

Karin berjalan menuju tempat parkir mobilnya di kampus, dia memang baru dari kos kawannya untuk mengerjakan tugas, karena jaraknya tidak terlalu jauh, dia meninggalkan mobilnya di kampus. suasana jalan yang sepi dan hanya di terangi lampu jalan yang jaraknya cukup jauh membuat Karin sedikit merasa kurang nyaman.
'SREKK.. SREKK..' Karin terperanjat karena semak di belakangnya bergerak-gerak, tiba-tiba seekor kucing hitam melompat dari semak tersebut dan berlari menjauhi Karin, Karin sempat terkejut namun dia bernafas lega karena mengetahui itu hanya seekor kucing.
Karin mempercepat langkahnya menuju parkir mobilnya, beberapa menit kemudian ia sampai di basement kampus, tepat di depan pint mobilnya.

suasana kampus sangat sepi, hanya terlihat mobil miliknya dan vespa butut milik Dharma di kejauhan.
ketika akan membuka pintu mobilnya, mendadak Karin merasa hawa panas menerpa tubuhnya, "akhh...." tiba-tiba karin memegangi lehernya, sesuatu seperti sedang mencekiknya hawa panas pun semakin terasa menusuk tubuhnya.
pandangannya mulai kabur, "Hey... ngapain kamu!!" terdengar suara yang sudah tidak asing di telinga Karin. terlihat sesosok pria melompat dihadapan Karin, "gah...." kini Karin bisa bernafas kembali, sepertinya Karin sudah terlepas dari cekikan apapun yang tidak dapat ia lihat.

Kini Karin dapat melihat dengan jelas, pria yang melompat didepannya tadi ternyata Dharma, dia nampak sedang bertinju dengan sesuatu, sesuatu yang tidak dilihat Karin. 'Brak!!!' tiba-tiba Dharma terpental beberapa meter. Karin yang sangat ketakutan berusaha meraba-raba tanah, mencari kunci mobilnya. Ia berharap dapat segera pergi dari tempat itu.
'Srakk...' kembali Dharma tersungkur, wajahnya berdarah dan penuh lebam.
Dharma berlari sembari berteriak kepada Karin, menyuruhnya pergi. Namun Dharma seperti ditarik oleh sesuatu, sesuatu yang membuatnya tidak dapat kabur dari tempat itu.

Dharma kembali tersungkur, ia dapat melihat dengan jelas apa sebenarnya yang mencekik Karin dan menyerang dirinya.
Sesosok mahluk dengan mata melotot berwarna hitam dengan pupil ungu, tubuhnya sedikit lebih besar dari pria pada umumnya, dengan gigi taring yang mencuat dari mulutnya, dan kuku yang bahkan hampir sama panjangnya dengan jari-jari mahluk tersebut. Mahluk itu hanya menggunakan kain Kamen (kain tradisional yang digunakan umat Hindu ketika ada upacara adat) sebagai pembungkus tubuhnya. Mahluk tersebut berjalan mendekati mobil Karin, namun berusaha dihalangi oleh Dharma.

Mahluk itu memukul punggung Dharma, sehingga ia pun tak sadarkan diri. Beberapa detik kemudian, Dharma terbangun, Matanya berubah menjadi putih tanpa pupil. seperti layaknya hantu-hantu di film horror. Karin melihat Dharma menghilang secara tiba-tiba, seperti lenyap ditelan bumi. Namun yang sebenarnya terjadi, Tubuh Dharma bertransformasi menjadi sesosok yang tak dapat dilihat orang awam, tubuhnya dibalut baju besi dengan ornamen Barong dan ukiran-ukiran berupa huruf-huruf sansekerta.


------- BERSAMBUNG ---------



heuheuheuehu...
sebenernya ceritanya baru dibuat sekarang, tapi desain/gambar/konsep heronya udah pas jaman SMA dulu...
cuma gambarnya ilang entah kemana... coba ntar saya gambar ulang dah... XD



Back to top Go down
View user profile
 

[Tokusatsu] Suratma, Hakim Akhirat

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Prodig - Komunitas Proyek Digital  :: Project Chamber :: Art Creation :: Writing-
Jump to: